Daur Proyek Konstruksi

TERDAPAT 6 TAHAP PADA PROYEK KONSTRUKSI :Tahap Perencanaan / PlanningTahap Perekayasaan / DesignTahap Pengadaan / ProcurementTahap Pelaksanaan / ConstructionTahap Tes Operasional / CommisioningTahap Pemanfaatan & Perawatan /Operational and Maintenance

Kita akan membahas satu per satu termin pada proyek konstruksi

Pada termin ini mencakup gagasan dasar yg berawal dari adanya suatu “KEBUTUHAN” yang kemudian ditindak lanjuti menggunakan pembuatan studi kelayakan yg mencakup aspek-aspek teknis, irit, lingkungan, dan lain-lain.

Pada termin ini menghasilkan :gagasan & wangsit buat memenuhi “KEBUTUHAN / NEEDS”output studi kelayakan & laporan hasil AMDAL

Tahap ini juga dapat dinamakan menjadi “Tahapan Konseptual”

Pihak-pihak yang telibat pada tahap ini adalah : Pemilik proyek (owner) & dapat dibantu sang Konsultan Perencana & atau Konsultas Manajemen Jasa Konstruksi medan Konstruksi

Terdiri berdasarkan :Tahap Pra Rancangan, membentuk : kriteria desain, skematik desain, perkiraan anggaran secara globalTahap Pengembangan Rancangan, menghasilkan : perhitungan-perhitungan detail (perhitungan desain, gambar-gambar lebih jelasnya, outline spesifikasi, estimasi anggaran secara terang)Desain Akhir & Penyiapan Dokumen Pelaksanaan, membuat : Gambar koordiasi, gambar-gambar detail, spesifikasi, daftar volume, estimasi biayakonstruksi, kondisi-kondisi umum administrasi & peraturan umum.

Pada tahap perekayasaan ini pihak-pihak yang mungkin terlibat merupakan : Konsultasn Perencana, Konsultan Manajemen Konstruksi, Konsultan Rekayasa Nilai ( Value Engineering) & atau Konsultan Quantity Surveyor (QS)

Tahapan ini meliputi dua aktivitas, yaitu :Pengadaan jasa konstruksi (project procurement)Pengadaan peralatan & material. Untuk pengadaan alat-alat & material, sanggup dilakukan sang pemilik proyek (owner) atau pihak kontraktor.

Selain pihak pemilik proyek (owner) & kontraktor, pihak konsultas perencana, manajemen konstruksi, dan atau QS pula mampu terlibat dalam tahap ini.

Tahapan ini dapat berlangsung sehabis ditandatanganinya kontrak oleh Pemilik Proyek (owner) & pihak kontraktor. Serta telah dikeluarkannya Surat Perintah Kerja (SPK).

Tahap Pelaksanaan ini mencakup : Perencanaan kegiatan di lapanganPengorganisasian & koordinasi asal dayaPengendalian proyak yang bertujuan buat menghasilkan pekerjaan sempurna saat dan porto, dan memenuhi mutu yang disyaratkan.

Pihak-pihak yang mungkin terlibat merupakan : Konsultas Jasa Konstruksi Pengawas (MK), Konsultan Quantity Surveyor (QS), Kontraktor, Supplier, Sub Kontraktor dan instansi terkait.

Merupakan pengujian terhadap fungsi masing-masing bagian sehingga bangunan bisa dioperasikan.

Pihak-pihak yag mungkin terlibat adalah : Pemilik proyek (owner), Konsultan Perencana, Konsultas Pengawas (MK), Konsultan Quantity Surveyor (QS), Kontraktor, Supplier, Sub Kontraktor serta instansi terkait.

Biaya operasional & pemeliharaan sangat dipengaruhi sang tahapan sebelumnya, mulai dari tahap perencanaan hingga test operasional.

Pihak-pihak yag mungkin terlibat merupakan : Konsultas Pengawas (MK, pemakai (End User) yang dapat diwakili sang building manajer & sebagian kontraktor seorang ahli.

Demikian pembahasan tahapan-tahapan dalam Siklus Proyek Konstruksi. Semoga Bermanfaat untuk pembaca. Komentar, kritik & Saran sangat berharga bagi Mas Jarwo. Salam ~

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *