Manajemen Konstruksi Lelang Prominen

Searah menggunakan perkembangan global perbankan dan lembaga-forum jaminan yg tidak mampu lepas menurut resiko bermasalah, aplikasi & Jasa Konstruksi pelayanan lelang barang jaminan dituntut buat semakin ditingkatkan sesuai dengan perkembangan dan perubahan budaya rakyat, baik berdasarkan sarana juga prasarananya dan asal daya insan pelaksananya juga perangkat aturan yang bisa mengklaim kepastian hukum bagi pihak-pihak yg berkepentingan menggunakan aplikasi lelang.

Pelelangan dilakukan dalam kurun saat eksklusif dilaksanakan sesuai mekanisme yang sudah dipengaruhi dalam peraturan perundang-undangan. Perkembangan teknologi dalam 2 dasawarsa terakhir juga telah memungkinkan untuk menggunakan media elektronik sebagai keliru satu cara penawaran.

Sisi positif yg terkandung dalam pelaksanaan penjualan barang secara lelang diantaranya merupakan adil, kondusif, cepat & efisien, harga wajar dan menjamin adanya kepastian hukum. Adil karena bersifat terbuka/ transparan & objektif. Aman karena disaksikan oleh pimpinan dan dilaksanakan sang Pejabat Umum yang diangkat oleh Pemerintah dan yg bersifat independent. Cepat dan efisien, karena lelang didahului menggunakan pengumuman lelang sebagai akibatnya peserta bisa berkumpul pada ketika hari lelang dan pembayaran tunai. Harga wajar, karena memakai sistem penawaran yang bersifat kompetitif & transparan serta menjamin adanya kepastian aturan, karena dilaksanakan oleh pejabat lelang dan dibentuk selebaran lelang sebagai akta otentik buat proses pulang nama ke atas nama pada pemenang lelang..

Apa Itu Lelang / Pelelangan  ?

Apa Itu Macam Macam Pelelangan ? 

Bagaimana Tata Cara Pelelangan Proyek  ?

Untuk mengetahui apa itu Lelang / Pelelangan.

Untuk mengetahui apa itu Macam Macam Pelelangan.

Untuk mengetahui Tata Cara Pelelangan Proyek.

A. ISTILAH DAN PENGERTIAN LELANG

Istilah lelang asal menurut bahasa Belanda, yaitu Vendu  sedangkan dalam bahasa Inggris diklaim dengan kata Auction. Dalam pasal 1 angka 1 keputusan Menteri keuangan nomor337/KMK.01/2000 mengenai petunjuk pelaksanaan lelang. Yang diartikan dengan lelang adalah:

“Penjualan barang yg dilakukan dimuka umum, termasuk melalui media elektronik, dengan cara penawaran ekspresi dengan harga yang semakin meningkat atau menggunakan penawaran harga yg semakin menurun, & atau penawaran harga secara tertulis yg dilewati dengan usaha  mengumpulkan para pendaftar”

Definisi diatas difokuskan pada cara pelelangan barang jaminan. Cara itu dapat dilakukan secara ekspresi & tertulis, sehingga unsur-unsur yg tercantum dalam lelang merupakan :

3. Cara penawaran nya secara mulut atau tertulis

4. Harga nya semakin semakin tinggi atau menurun

5. Didahului dengan mengumpulkan pendaftar. 

PENGERTIAN LAIN PELELANGAN

Setelah termin desain diselesaikan oleh perencana, maka selanjutnya merupakan tahap pengadaan pelaksana konstruksi. Proses pengadaan perusahaan jasa konstruksi ini diatur oleh keputusan Presiden terutama dipakai pada lingkungan proyek pemerintah. Pengadaan Jasa Konstruksi medan barang/jasa pada proyek konstruksi bisa dilakukan menggunakan berbagai cara/metode, antara lain:

1) Pelelangan, yaitu pengadaan barang/jasa yg dilakukan secara terbuka (buat umum) menggunakan pengumuman secara luas melalui media cetak & papan pengumuman resmi (jika mungkin melalui media elektronik) sebagai akibatnya masyarakat luas/global bisnis yang berminat & membubuhi kualifikasi bisa mangikutinya. Jika calon penyedia barang/jasa diketahui terbatas jumlahnya lantaran ciri, kompleksitas, dan/atau kecanggihan teknologi pekerjaannya, dan/atau kelangkaan tenaga pakar atau terbatasnya perusahaan yang bisa melaksanakan pekerjaan tadi, pengadaan barang/jasa tetap dilakukan menggunakan cara pelelangan.

dua) Pemilihan Langsung, yaitu pengadaan barang/jasa tanpa melalui plelangan & hanya diikuti sang penyedia barang/jasa yg memenuhi syarat. Pemilihan langsung dilakukan menggunakan cara membandingkan penawaran & melakukan perundingan, baik teknis juga harga, sehingga diperoleh harga yg lumrah dan secara teknis bisa dipertanggungjawabkan.

tiga) Penunjukan Langsung, yaitu pengadaan barang/jasa menggunakan cara menunjuk pribadi pada satu penyedia barang/jasa.

4) Swakelola, yaitu pelaksanaan pekerjaan yang direncanakan, dikerjakan & diawasi sendiri dengan memakai tenaga sendiri, indera sendiri, atau upah borongan energi.

Dari keempat metode itu, hanya pelelangan yg akan kita bahas secara mendetail.

Berdasarkan Keppres No. 18 Tahun 2000, pelelangan didefinisikan menjadi berikut:

Serangkaian aktivitas buat menyediakan barang/jasa dengan cara menciptakan persaingan yang sehat diantara penyedia barang/jasa yg setara & memenuhi syarat, berdasarkan metode dan rapikan cara eksklusif yg telah ditetapkan & diikuti oleh pihak-pihak yang terkait secara taat asas sehingga terpilih penyedia terbaik.

B. MACAM-MACAM PELELANGAN

Proses pengadaan barang/jasa dalam proyek konstruksi yg memakai pelelangan dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu: pelelangan generik dan pelelangan terbatas. Pada prinsipnya kedua macam pelelangan tadi sama, hanya saja terdapat sedikit perbedaan dalam hal peserta lelang. Dalam pelelangan umum, seluruh penyedia jasa yang memenuhi syarat bisa ikut dalam pelelangan, sedangkan dalam pelelangan terbatas yang diizinkan ikut adalah penyedia barang/jasa yg diundang sang pengguna jasa. Pemilihan macam pelelangan dalam umumnya tergantung dalam akbar-kecilnya bangunan; tingkat kompleksitas bangunan; akbar/kecilnya biayabangunan; jangka ketika pelaksaan pekerjaan.

Berdasarkan karakteristik menurut kedua macam pelelangan tersebut, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan (baik bagi pengguna jasa juga penyedia jasa)

C. DESKRIPSI PELELANGAN UMUM PELELANGAN TERBATAS

Jumlah peserta Jumlah peserta lelang nisbi lebih poly. Relatif lebih sedikit lantaran penyedia jasa yg boleh ikut merupakan mereka yang diundang oleh pengguna jasa.

Kemampuan peserta lelang Tidak seluruh peserta lelang diketahui kemampuannya. Setiap peserta lelang diketahui dengan niscaya kemampuannya.

Penetapan pemenang lelang Relatif lebih sulit karena jumlah pesertanya poly. Relatif lebih gampang lantaran telah diketahui kemempuan seluruh peserta lelang.

Kekurangannya Tidak diketahui menggunakan pasti kemampuan setiap peserta lelang. Ada kecenderungan terjadinya praktek kecurangan dalam pelelangan, misalnya terjadi bid shopping. Kelebihannya Pengguna jasa lebih leluasa dalam menentukan penyedia jasa dikarenakan jumlah yang relatif untuk menetapkan pemenang yg kompetitif. Kemampuan peserta sudah diketahui menggunakan pasti.

D. SUMBER HUKUM PELELANGAN

Peraturan yg mengatur pelaksanaan pelelangan di Indonesia diatur oleh Keputusan Presiden Republik Indonesia tentang Pelaksanaan Anggaran Pendapatan & Belanja Negara (Keppres mengenai Pelaksanaan APBN).

Keppres yg mengatur pengadaan barang & jasa sudah beberapa kali mengalami penyempurnaan, misalnya Kepprs No. 14 A Tahun 1980, lepas 14 April 1980 disempurnakan sebagai Keppres No. 18 Tahun 1981, lepas 5 Mei 1981. Tahun aturan 1984/1985 telah dikeluarkan Keppres No. 29 Tahun 1984, lepas 21 April 1984 menjadi pengganti Keppres No, 14 A Tahun 1980 & Keppres No. 18 Tahun 1981. Kemudian disempurnakan balikmenggunakan dikeluarkannya Keppres No. 16 Tahun 1994 dilanjutkan Keppres No. 6 Tahun 1999 dan terakhir Keppres No. 18 Tahun 2000

Dengan demikian, peraturan yang saat ini berlaku adalah Keppres No. 18 Tahun 2000, sebagai akibatnya pembahasan selanjutnya didasarkandalam peraturan tersebut.

apabila dipandang menurut isi & jiwanya Keppres N0. 18 Tahun 2000 sudah menerangkan perilaku reformis yang semenjak usang didambakan sang kalangan industri konstruksi. Salah satunya adalah masalah “kesetaraan” antara pengguna jasa dan penyedia jasa. Istilah “pemberi tugas” yg bernuansa diskriminatif telah nir digunakan lagi; selanjutnya diklaim pengguna jasa, sedangkan buat konsultan/kontraktor digunakan kata “penyedia jasa”. Dalam salahsatu ketentuannya, baik pengguna jasa juga penyedia jasa bisa terkena sanksi apabila menyalahi ketentuannya, sehingga tidak ada lagi istilah wargaNegara kelas 1, dua, dan, 3. Sikap reformis yg kedua adalah adanya peran yang akbar bagi asosiasi (perusahaan atau profesi) untuk melakukan sertifikasi perusahaan atau tenaga ahli yg berkiprah dibidangnya

Penyedia barang/jasa yg bisa mengikuti pelelangan adalah mereka yang telah memenuhi kualifikasi, pembagian terstruktur mengenai, & memiliki kemampuan asal daya sinkron menggunakan dokumen prakualifikasi & syarat-kondisi sebagaimana yg telah ditetapkan sebagai berikut:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *